Penulis: Yuanita D T

Editor: Septi KW

Sebagai tenaga kesehatan khususnya bidan, kita harus memberikan asuhan yang komprehensif, agar klien mendapatkan asuhan yang terbaik untuk ibu dan janinnya. Pelayanan / Asuhan Antenatal merupakan cara penting untuk memonitor serta mendeteksi dini adanya kelainan dalam kehamilan agar nantinya dapat dicegah dan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Selain itu, Antenatal Care juga bertujuan untuk mempersiapkan ibu dan keluarganya akan kehamilannya ini. Sehingga ibu dan keluarga dapat merawat dan menerima bayinya, serta memantau tumbuh kembangnya.

STANDAR MINIMAL ANC

Saat ini, Antenatal Care memiliki standar minimal sebagaimana regulasi dari Kemenkes RI (2009). Manfaat standar pelayanan minimal antenatal 10-T salah satunya mengurangi dan menegakkan secara dini komplikasi kehamilan. Standar pelayanan minimal antenatal tersebut terdiri atas:

1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan

2. Pemeriksaan Tekanan Darah

3. Pemeriksaan Tinggi Fundus Uteri.

Tinggi fundus uteri dapat diukur menggunakan pita ukur pada usia kehamilan >20 minggu (Kemenkes RI, 2013).

4. Tentukan presentasi dan denyut janin

Menentukan presentasi merupakan salah satu bagian dari palpasi Leopold. Manuver Leopold merupakan perasat yang dilakukan saat palpasi abdomen pada ibu hamil. Maneuver ini terdiri dari 4 langkah sebagai berikut :

  • Leopold I

Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin yang terletak di fundus uteri (dilakukan sejak awal TM I)

  • Leopold II

Menentukan bagian janin pada sisi kiri dan kanan ibu (dilakukan mulai akhir TM II)

  • Leopold III

Menentukan bagian janin yang terletak di bagian bawah uterus (dilakukan akhir TM II)

  • Leopold IV

Menentukan berapa jauh masuknya janin ke pintu atas panggul (dilakukan pada UK>35 minggu)

Selesai melakukan palpasi, lanjutkan dengan periksa denyut jantung janin. Denyut jantung janin diperiksa menggunakan fetoskop atau Doppler (usia kehamilan lebih dari 16 minggu), DJJ dihitung dengan mendengarkannya selama 1 menit penuh. DJJ dalam batas normal jika berada pada rentang 120-160 kali/menit (Kemenkes RI, 2013

5. Skrining Status Imunisasi Tetanus Toxoid (TT)

Ibu hamil perlu memperoleh imunisasi Tetanus Toksoid untuk mencegah penyakit Tetanus baik pada dirinya maupun pada janin yang dikandungnya sesuai program (Saifuddin, dkk, 2010).

Tabel.  Jadwal Pemberian Imunisasi TT

AntigenInterval

(selang waktu minimal)

Lama Perlindungan% Perlindungan
TT1Pada kunjungan antenatal pertama
TT24 minggu setelah TT13 tahun*80
TT36 bulan setelah TT25 tahun95
TT41 tahun setelah TT310 tahun99
TT51 tahun setelah TT425 tahun / seumur hidup99

Keterangan :

*) artinya apabila dalam waktu 3 tahun WUS tersebut melahirkan, maka bayi yang dilahirkan akan terlindung dari TN (Tetanus Neonatorum) (Saifuddin, dkk, 2010).

6. Pemberian Tablet Besi

Terapi dan pencegahan anemia (tablet Fe) dan penyakit lainnya sesuai indikasi (gondok, malaria, dll). Berikan ibu 60 mg zat besi elemental (setara dengan 320 mg sulfas ferosus) dan 400 μg asam folat 1 kali/hari sesegera mungin selama kehamilan. Efek samping yang umum dari zat besi adalah gangguan cerna (mual, muntah, diare, dan konstipasi). Sebaiknya tidak diminum bersama dengan teh/kopi karena mengganggu penyerapan (Kemenkes RI, 2013; h.28).

7. Tetapkan status gizi dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA)

Nilai normal LILA wanita Indonesia adalah > 23,5 cm. Jika hasil pengukuran kurang dari nilai tersebut, maka dapat diindikasikan kurangnya nutrisi. Ibu hamil dengan nutrisi yang kurang dapat berpotens bayi lahir dengan berat badan rendah.

8. Tes Laboratorium (Rutin dan Khusus). Tentukan kadar Hb dan periksa laboratorium (protein dan glukosa urin), sediaan vagina dan VDRL.

9. Tatalaksana kasus

Apabila terjadi suatu hal yang membahayakan kehamilan berdasarkan pada hasil pemeriksaan, maka tawarkan pasien untuk dilakukan tatalaksana kasus.

10. Temu wicara dan konseling.

 

Sumber :

Kemenkes RI. 2013. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu Di Fasilitas Kesehatan Dasar Dan Rujukan: Pedoman Bagi Tenaga Kesehatan Edisi Pertama. Jakarta : Kemenkes RI.

Saifuddin, dkk. 2010. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

WhatsApp chat