Sindrom koroner akut atau biasa disingkat dengan SKA merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan aliran darah ke jantung secara drastis dan tiba-tiba. Hal ini sering disebabkan oleh arteriosklerosis atau adanya plak yang menempel pada dinding arteri. Penyakit ini erat hubungannya dengan faktor usia dan gaya hidup seperti sering mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol.

Ciri khas dari penyakit SKA ini bisa kita lihat dari keluhan pasien. Biasanya pasien akan datang dengan keluhan nyeri dada khas (dada seperti terbakar atau terhimpit benda berat. Nyeri tersebut disebabkan karena adanya penurunan aliran oksigen ke jantung. Untuk penegakan diagnosis ini, kita perlu pastikan dulu keluhan pasiennya. Terutama pengkajian nyeri dengan format PQRST.

Jika ada pasien yang datang ke UGD, dengan keluhan sesak, nyeri dada khas SKA. Maka pertolongan yang bisa kita berikan yaitu :

  1. Berikan oksigen (pertahankan saturasi >90%
  2. Berikan posisi yang nyaman
  3. Tanya keluhan
  4. Periksa TTV
  5. Dapatkan akses intravena
  6. EKG
  7. Lakukan pemeriksaan fisik dan anamnesis
  8. Cek enzim jantung

(Gambar Kelompok SKA)

SKA bisa kita kelompokkan menjadi 3, yaitu

  1. Unstable angina, jika:
    • keluhan yang dirasakan kurang dari 20 menit
    • terdapat t inverted >0,2 mV dan ST depresi dari hasil pemeriksaan EKG pasien
  2. NSTEMI, jika:
    • keluhan>20 menit
    • nyeri tidak hilang dgn nitrat
    • adanya peningkatan enzim jantung
  3. STEMI, jika:
    • keluhan>20 menit
    • ST elevasi di pemeriksaan EKG
    • Adanya peningkatan enzim jantung

 

 

 

 

Berikut penatalaksanaan pada Persangkaan SKA

 

penatalaksanaan pada Persangkaan SKA

Secara umum, SKA dapat kita lihat dari keluhan khas pasien tersebut. Jika bertemu pasien dengan keluhan seperti diatas berarti dia butuh penanganan. Segera untuk membawa pasien ke pusat kesehatan terdekat.

 

Penulis: Fitri Fatmawati

Editor: Septi KW

WhatsApp chat